Jangan Jadi Guru Asal-Asalan ! Ini Cara Menjadi Guru Yang Berwibawa

Posted on
Jangan Jadi Guru Asal-Asalan ! Ini Cara Menjadi Guru Yang Baik Dan ...

Saat itu, seorang guru terlihat sangat kesal pada salah satu muridnya di dalam kelas, lantas ia pun berkata, “Kamu itu, gimana sih?, mau menulis kok ndak punya pulpen, bisanya kok cuma pinjam saja pada temannya, kalau mau berangkat ke sekolah ya…harusnya dilihat dulu. Awas lho! Ini peringatan terakhir, kalau sampai minggu depan kamu melakukannya lagi, bapak akan menghukummu,” teriak pak guru dengan suara lantang.

Di lain kesempatan, pernah saya melihat, seorang siswa dimarahi habis-habisan oleh seorang guru, penyebabnya pun hampir sama, karena saat itu, ada siswanya yang tidak membawa buku pelajaran, sehingga ia pun diusir dari dalam kelas dan tidak diperkenankan mengikuti pelajaran.

Sahabat yang kucinta. Memang tak dapat disalahkan, bila ada guru yang marah sebab murid-muridnya yang tak siap mengikuti pelajaran, seperti murid yang tak bawa pulpen, lupa membawa kitab, buku catatan ataupun peralatan alat tulis lainnya. Sebab hal ini sedikit banyak bisa menganggu proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Siswa yang demikian, menandakan kurang siapnya belajar, mungkin karena malam atau sorenya tidak belajar sehingga peralatan belajarnya kurang terkontrol.

Sebaliknya, bagi siswa yang malam atau paginya belajar, tentu kondisinya akan berbeda, ia akan lebih siap menyongsong pelajaran keesokan harinya termasuk pula kesiapan alat tulisnya. Maka jangan heran, bila ada guru yang marah sebab hal demikian, kendatipun sikap yang terbaik, bagi seorang guru adalah tetap menasehatinya dengan lemah lembut disertai kasih sayang penuh kearifan.

Sahabat yang kucinta. Guru saja tak nyaman, bila disaat mengajarnya, ada siswa yang tak bawa pulpen, tak bawa buku atau peralatan tulis lainnya. Belum lagi siswa yang tak belajar atau tidak mengerjakan PR di rumah, pastinya hasil belajarnya tak lagi maksimal dan tak sebagus siswa yang rutin belajar dan rajin mengerjakan tugas, tentu gurunya pun akan semakin kecewa dan tak lagi bangga pada murid-muridnya.

Kalau gurunya saja, merasa tak nyaman sebab siswanya yang tak belajar. Lantas bagaimana dengan perasaan siswa. Jikalau gurunya mengajar dengan asal-asalan. Mengajar tak pernah bawa buku, apalagi media pembelajaran, yang ada hanyalah beberapa buah kapur dan spidol yang setia ditaruh disaku celananya. Mengajarnya hanya sebatas gugur kewajiban, itu pun terkadang membosankan karena kurangnya kreativitas.

Seringkali guru menyalahkan siswa karena tak mengerjakan tugas, padahal gurunya sendiri kerap lalai mengoreksi tugas. Seringkali guru menyalahkan siswa yang tak belajar, padahal gurunya sendiri tak pernah buat RPP tuk persiapan mengajar. Seringkali pula, seorang guru menyalahkan siswa yang menyontek, padahal dirinya sendiri kerap mengcopy paste perangkat pembelajaran.

Lantas bagaimana perasaan siswa, jika gurunya yang mengajar di kelas demikian. Mengajar dengan asal-asalan, yang tak punya persiapan dan hanya sebatas gugur kewajiban. Masihkan engkau salahkan siswa, padahal engkaupun demikian? Yuk, jadi guru profesional, yang bukan asal-asalan saat mengajar.

One thought on “Jangan Jadi Guru Asal-Asalan ! Ini Cara Menjadi Guru Yang Berwibawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *